KUPANG – Sebanyak 46 pelajar SMA di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti program magang dan beasiswa daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang diselenggarakan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di sekitar Fuel Terminal Reo.
Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam mencetak generasi muda unggul yang mampu berkontribusi membangun daerahnya.
“Hari ini saya berdiri di hadapan bapak, ibu, dan anak-anakku bukan hanya sebagai Direktur SDM PT Pertamina Patra Niaga, tetapi juga sebagai seorang ibu. Saya percaya bahwa anak-anak dari daerah 3T memiliki potensi besar untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya di Reo, Manggarai.
Ia menegaskan keterbatasan wilayah bukan menjadi penghalang bagi generasi muda untuk bermimpi dan berprestasi.
“Tempat kalian lahir tidak pernah membatasi sejauh apa kalian bisa bermimpi,” katanya.
Program tersebut dihadiri langsung jajaran manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, kepala sekolah, guru, orang tua peserta, hingga para siswa terpilih.
Pertamina menyebut program magang dan beasiswa itu sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah 3T.
Executive General Manager Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan perusahaan tidak hanya mencari siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga generasi muda yang memiliki integritas, semangat belajar, dan daya juang tinggi.
“Kami percaya bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah maupun negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan para peserta nantinya akan mendapatkan pengalaman kerja langsung di lingkungan operasional Fuel Terminal Reo, mulai dari pembinaan karakter, penguatan disiplin, hingga pengenalan budaya kerja profesional.
Selain mengikuti program magang, peserta terbaik juga berkesempatan memperoleh bantuan biaya pendidikan melalui program beasiswa.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan program tersebut merupakan implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di daerah 3T untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kompetensi, serta memiliki daya saing yang lebih baik di masa depan,” katanya.
Pertamina berharap program tersebut dapat menjadi harapan baru bagi generasi muda di wilayah 3T agar memiliki peluang yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (ant/MK)
Editor: Agus S

