SUMBA BARAT DAYA – Lapangan Pacuan Kuda Omba Calo di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, dipersiapkan menjadi arena pertandingan cabang olahraga pacuan kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai bentuk kesiapan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman meninjau langsung lokasi arena pacuan kuda tersebut, Kamis (16/7/2026).

Peninjauan dilakukan menyusul diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada 23 Juni 2026 yang menetapkan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028, dengan dukungan Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.

Lapangan Pacuan Kuda Omba Calo dibangun di atas lahan seluas 21 hektare. Selain dipersiapkan sebagai venue pertandingan, kawasan tersebut juga dirancang menjadi destinasi sport tourism yang diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua Umum PORDASI Berkuda Memanah Triwatty Marciano, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya Yohanes Tende, serta sejumlah pejabat terkait.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengaku kagum dengan potensi olahraga berkuda yang dimiliki Pulau Sumba. Menurutnya, berkuda bukan hanya olahraga, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat sejak lama.

“Saya sangat senang bisa hadir di Sumba, di mana olahraga berkuda sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Sejak kecil anak-anak di sini sudah terbiasa menunggang kuda. Potensi ini harus kita kelola menjadi kekuatan olahraga sekaligus daya tarik pariwisata,” ujarnya.

READ  Tiga Pejabat KPU Sumba Timur Jadi Tersangka Korupsi Dana Pilkada 2024

Marciano menilai pembangunan arena pacuan kuda akan memberikan dampak positif bagi daerah, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas peternakan kuda lokal, hingga pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PORDASI Berkuda Memanah Triwatty Marciano mengajak seluruh masyarakat menjaga fasilitas olahraga yang nantinya dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Kalau fasilitas ini sudah selesai dibangun, mari kita jaga dan rawat bersama. Ini adalah aset daerah sekaligus kebanggaan masyarakat Sumba yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 secara maksimal.

Menurutnya, persiapan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana olahraga, tetapi juga pembinaan atlet, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata yang akan tumbuh seiring penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut.

“Persiapan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana olahraga, tetapi juga pada pembinaan atlet, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata yang dapat tumbuh melalui penyelenggaraan PON,” kata Gubernur Melki.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KONI, PORDASI, dan seluruh pemangku kepentingan akan mampu menghadirkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 yang sukses sekaligus meninggalkan warisan positif bagi pembangunan olahraga, ekonomi, dan pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Dengan berbagai persiapan yang terus dilakukan, Arena Pacuan Kuda Omba Calo diharapkan menjadi salah satu ikon PON XXII Tahun 2028 sekaligus memperkuat posisi Pulau Sumba sebagai pusat olahraga berkuda nasional yang berbasis pada kekayaan budaya lokal. (Sys/ST)

Most Popular