SUMBA BARAT – Bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-3 SMA Katolik St. Agustinus Tana Mali, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerahkan Izin Operasional Penyelenggaraan Satuan Pendidikan kepada Yayasan Pendidikan Nusa Cendana (Yapnusda), Kamis (16/7/2026).
Penyerahan izin operasional tersebut menjadi momen bersejarah bagi sekolah karena menjadi dasar hukum dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk pelaksanaan penerimaan peserta didik baru serta pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengaku bersyukur karena penyerahan izin operasional itu bertepatan dengan hari jadi ketiga SMA Katolik St. Agustinus Tana Mali.
“Ini pertama kali saya menyerahkan surat izin operasional. Dan saya juga bersyukur ini ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun ketiga sekolah ini. Ini kado istimewa dari Pemerintah Provinsi NTT untuk SMA Katolik St. Agustinus Tana Mali,” ujar Gubernur Melki.
Ia berharap sekolah tersebut mampu menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi muda yang beriman, berkarakter, dan berintegritas.
Menurutnya, sebagai sekolah Katolik, SMA Katolik St. Agustinus Tana Mali harus menjadi rumah pembentukan karakter dengan menanamkan nilai kasih, kejujuran, disiplin, semangat pelayanan, integritas, serta penghargaan terhadap keberagaman.
“Nilai-nilai tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda Nusa Tenggara Timur yang unggul,” katanya.
Gubernur Melki juga mengapresiasi Yayasan Pendidikan Nusa Cendana yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Sumba Barat.
Ia berharap yayasan terus mengelola sekolah secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjadi agen perubahan bagi daerah.
Kepada para guru, Gubernur berpesan agar menjadi teladan bagi peserta didik melalui sikap, perilaku, dan nilai-nilai kehidupan yang ditunjukkan dalam keseharian, bukan hanya melalui materi pelajaran yang diajarkan.
Sementara kepada para siswa, ia mengajak agar rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, membangun persahabatan yang baik, serta menjauhi berbagai perilaku negatif seperti kekerasan, penyalahgunaan narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja.
Dalam kesempatan itu, Gubernur kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemerataan akses, peningkatan mutu pembelajaran, dan pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat mendukung implementasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat. Melalui program tersebut, setiap hari pukul 18.00 hingga 19.30 WITA, seluruh anak usia sekolah didorong memanfaatkan waktu untuk belajar, membaca, mengerjakan tugas, serta mengikuti berbagai kegiatan literasi dan pengembangan diri.
Sementara itu, Kepala SMA Katolik St. Agustinus Tana Mali, Hironimus Ara Rate, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap sekolah yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan bahwa SMA Katolik St. Agustinus Tana Mali didirikan pada 15 Juli 2023 dan saat ini memiliki 101 peserta didik. Menurutnya, penyerahan izin operasional yang bertepatan dengan ulang tahun sekolah menjadi hadiah yang sangat berarti bagi seluruh keluarga besar sekolah.
“Kunjungan Bapak Gubernur sekaligus penyerahan izin operasional ini menjadi kado istimewa bagi kami. Ini menjadi penyemangat bagi seluruh guru, siswa, dan yayasan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghadirkan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkap Hironimus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Lobu Ori, Pastor Paroki St. Agustinus Tana Mali RD. Yohanes Lede Ngongo, Ketua Yayasan Pendidikan Nusa Cendana RD. Marsel Pingge Lamunde, Komite Sekolah, serta perwakilan orang tua peserta didik.(Sys/ST)

