SOE – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK), Andreas Hugo Parera, menegaskan bahwa membangun dan mengelola partai politik membutuhkan kerja keras, disiplin, serta komitmen seluruh kader. Meski penuh tantangan, menurutnya hal itu bukan sesuatu yang mustahil dilakukan.
Pernyataan tersebut disampaikan Andreas saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Politik DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di GOR Nekmese Soe, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa, Sekretaris DPD Patris Lali Wolo, Bendahara DPD Stevano Rizki Adranacus, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, jajaran pengurus DPD, Ketua DPC PDI Perjuangan TTS Yusuf Nikolas Soru, serta ratusan kader dan pengurus anak cabang.
Dalam sambutannya, Andreas mengungkapkan Musancab di Kabupaten TTS merupakan Musancab ke-15 yang telah digelar DPD PDI Perjuangan NTT. Ia bahkan memberikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Musancab di TTS adalah yang paling megah dari seluruh Musancab yang sudah kami laksanakan di NTT. Ini menunjukkan adanya keseriusan dalam mengurus organisasi. Keseriusan mengurus kegiatan adalah awal yang baik untuk mengurus partai ke depan,” ujarnya.
Menurut Andreas, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kader, tetapi juga oleh konsolidasi organisasi yang berjalan hingga tingkat paling bawah.
“Mengurus partai itu tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin. Kalau semua bekerja bersama, menjaga disiplin organisasi, dan tetap dekat dengan rakyat, maka partai akan semakin kuat,” tegasnya.
Ia menjelaskan Musancab merupakan bagian penting dari proses konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Sebagai partai yang memiliki struktur organisasi lengkap, setiap pengurus anak cabang memiliki tanggung jawab membangun komunikasi politik, melakukan advokasi, serta hadir di tengah masyarakat.
Andreas juga mengingatkan pengurus DPC agar terus membina dan mendampingi pengurus PAC setelah dilantik.
“Setelah dilantik jangan biarkan PAC berjalan sendiri. DPC harus terus membina dan mendampingi mereka. Sebagai partai pemenang, kita tidak boleh berada di zona nyaman. Kita harus bekerja lebih keras agar tetap menjadi pilihan rakyat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, mengajak seluruh kader menjadikan Musancab sebagai momentum memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperbaiki strategi menghadapi dinamika politik.
“Kita berkumpul untuk melihat perkembangan partai dan mencermati situasi yang sedang terjadi. Pertarungan politik harus menggunakan data. Karena itu diperlukan pemetaan yang baik, dan DPC TTS saya nilai sangat baik dalam hal tersebut,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten TTS, Yusuf Nikolas Soru, menyebut kehadiran jajaran pimpinan partai dari tingkat pusat hingga provinsi menjadi bukti kuat perhatian terhadap penguatan organisasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
“Melalui kehadiran para pimpinan partai hari ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan siap bertahan dalam keadaan apa pun. Ini menjadi semangat bagi seluruh kader untuk terus memperkuat organisasi hingga ke akar rumput,” katanya.
Dalam Musancab tersebut, DPC PDI Perjuangan TTS juga melantik 32 Pengurus Anak Cabang (PAC) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Politik dan pembekalan kepada para pengurus yang disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT Patris Lali Wolo serta Bendahara DPD Stevano Rizki Adranacus sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader dan konsolidasi organisasi menjelang agenda politik mendatang. (sys/MK)
Editor: Agus S.

