ATAMBUA – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, secara resmi melepas 12 Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Belu Tahun 1447 Hijriah/2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Lantai I Kantor Bupati Belu, Rabu (6/5/2026).

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan suci yang patut disyukuri, karena tidak semua umat Muslim memperoleh kesempatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, saya menyampaikan selamat kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah memperoleh kesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci,” ujarnya.

Ia menegaskan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, kesabaran, serta ketulusan hati.

Karena itu, para jamaah diimbau untuk menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta mempererat kebersamaan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

Wabup juga berharap para jamaah mampu menjadi duta daerah dengan menunjukkan sikap santun, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai toleransi selama berada di Tanah Suci.

“Kami juga menitipkan doa agar para jamaah senantiasa mendoakan Kabupaten Belu, sehingga selalu diberikan keberkahan, kedamaian, dan kemajuan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup turut menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji atas dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada jamaah, serta berharap seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Belu, Maskur Kadir, dalam laporannya mengungkapkan bahwa masa tunggu ibadah haji saat ini mencapai 26 tahun.

Selain itu, adanya pengurangan kuota untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi 516 orang per tahun berdampak pada kuota Kabupaten Belu yang hanya berjumlah 12 orang.

Ia menjelaskan, jamaah haji asal Belu tergabung dalam Kloter SUB 80, rombongan 8 Regu 30. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 11 Mei 2026, dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 12 Mei 2026 melalui Bandara Juanda menuju Bandara King Abdul Aziz.

READ  Suami Aniaya Istri di Kuanfatu hingga Tiga Jari Putus, Polisi Tahan Pelaku

Adapun jadwal kepulangan jamaah direncanakan pada 21 Juni 2026 dari Madinah, tiba di Indonesia pada 22 Juni 2026, dan kembali ke Kabupaten Belu pada 24 Juni 2026.

Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Belu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Belu, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, tokoh agama, serta para undangan.(Sys/ST).

Most Popular