SOE,TTS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memperkuat komitmen untuk membangun pendidikan Kristen yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing melalui kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Dialog Pendidikan bertajuk “Gerakan Inovasi Pendidikan Kristen” yang diselenggarakan Keluarga Peduli Pendidikan Kristen (KP2K) di GMIT Nazareth Oeekam, Klasis Amanuban Timur, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard M. Lioe, S.IP., S.H., M.H., Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th., Penasehat KP2K, R. Bernadeth Samosir, S.H., M.H., Ketua KP2K, Dr. David Natun, serta dipandu Dr. F. Ch. Liufeto, S.Pi., M.Si. Dialog diikuti para pendeta, pengurus yayasan pendidikan, kepala sekolah, guru, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap kemajuan pendidikan Kristen.

Dalam kesempatan itu, Bupati Eduard M. Lioe menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk gereja, dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.

Ia menilai GMIT memiliki peran besar dalam sejarah pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai lembaga pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh di berbagai bidang. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan GMIT harus terus diperkuat agar sekolah-sekolah Kristen mampu berkembang mengikuti tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai iman dan moral.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari pelayanan gereja. Menurutnya, sekolah-sekolah Kristen harus terus berinovasi agar mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan spiritualitas yang kuat.

READ  SMP Negeri Satap Nefotes Gencarkan Literasi, Siswa Mulai Lahirkan Karya Buku

Ketua KP2K, Dr. David Natun, mengatakan dialog tersebut menjadi ruang bersama untuk menyatukan gagasan dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam membangun pendidikan Kristen yang lebih maju. Berbagai isu mulai dari peningkatan kualitas guru, tata kelola sekolah, hingga penguatan jejaring kerja sama menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut.

Melalui dialog ini, Pemerintah Kabupaten TTS dan Sinode GMIT berharap lahir berbagai inovasi serta kolaborasi nyata yang mampu memperkuat kualitas pendidikan Kristen di Timor Tengah Selatan. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi muda yang cerdas, beriman, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.(Sys/ST)

Most Popular