KUPANG – Warga Jalan Pelopor, RT 26/RW 07, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi perempuan yang diduga sengaja ditelantarkan di sebuah tanah lapang, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dan terbungkus di dalam kantong plastik berwarna putih. Penemuan itu pertama kali diketahui oleh seorang warga yang kemudian segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan TDM, Aipda Yanto Sodakain.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Kota Raja AKP Leyfrids D. Mada, S.H., langsung memimpin personel gabungan Piket SPKT Polsek Kota Raja menuju lokasi kejadian.

Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Polsek Kota Raja IPDA Frid Sia, S.H., bersama personel Piket Samapta Polresta Kupang Kota serta Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Kupang Kota untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Setelah proses olah TKP selesai, jasad bayi kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, penyidik Polresta Kupang Kota masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kota Raja AKP Leyfrids D. Mada, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menangani kasus ini secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apa pun terkait asal-usul bayi ini agar segera menyampaikannya kepada Polsek Kota Raja atau Polresta Kupang Kota. Setiap informasi akan sangat membantu proses penyelidikan,” ujar Kapolsek.

Polisi mengajak masyarakat untuk turut membantu pengungkapan kasus tersebut dengan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.(Sys/ST)

READ  Pulau Semau Diproyeksikan Jadi Destinasi Unggulan, Patung Kristus Hansisi Mulai Dibangun Maret 2026

Most Popular