BATAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah dengan belajar langsung dari keberhasilan Batam sebagai kawasan industri dan investasi nasional.
Dalam kunjungan ke Pemerintah Kota Batam, Senin (11/05/2026), Pemprov NTT menegaskan komitmennya untuk menjadikan NTT bukan lagi sekadar daerah “ujung timur”, tetapi sebagai pintu masa depan Indonesia.
“Dulu orang melihat NTT hanya sebagai daerah ujung timur. Hari ini, kami ingin dunia melihat NTT sebagai pintu masa depan Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam agenda kunjungan tersebut.
Kunjungan itu dilakukan untuk mempelajari secara langsung keberhasilan Batam dalam membangun kawasan Free Trade Zone (FTZ), memperkuat investasi, industri, serta konektivitas antarpulau yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov NTT menilai Batam mampu berkembang pesat bukan hanya karena status kawasan strategis, tetapi juga karena keberanian membangun pelayanan yang cepat, regulasi yang jelas, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurut Pemprov NTT, daerah kepulauan seperti NTT memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional. Letak geografis yang dekat dengan Australia dan Timor Leste menjadi peluang strategis untuk pengembangan ekonomi, perdagangan dan investasi.
Selain itu, NTT juga dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari hasil laut, pertanian, kopi, budaya hingga potensi generasi muda yang pekerja keras dan kreatif.
Meski demikian, Pemprov NTT juga mengakui masih terdapat tantangan besar yang dihadapi masyarakat kepulauan, terutama tingginya biaya logistik yang berdampak langsung terhadap harga barang dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mencari model pembangunan yang tepat agar NTT mampu tumbuh lebih cepat dan kompetitif.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov NTT juga membayangkan masa depan di mana kapal-kapal dari NTT tidak hanya mengangkut hasil bumi keluar daerah, tetapi juga membawa harapan baru bagi ekonomi masyarakat.
“Kami percaya mimpi besar itu bisa dimulai sekarang,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi NTT turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas sambutan hangat yang diberikan, khususnya kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus membuka peluang baru bagi percepatan investasi, industri dan pembangunan ekonomi di NTT.(Sys/ST)

