MALAKA,- Di tepi Pantai Cemara Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, seorang ibu tampak bersujud menghadap laut. Air matanya jatuh membasahi pasir, doanya tak putus dipanjatkan. Ia menanti satu hal: kepulangan anaknya, Jorganio Faot alias Dito (15), yang hingga kini belum kembali dari laut.
Laut biru yang dahulu menjadi tempat keceriaan kini berubah menjadi saksi bisu duka mendalam. Tatapan sang ibu kosong, tubuhnya lemah, namun ia tetap setia duduk di pantai. Ia tak pernah pergi. Harapan tetap menyala, meski waktu terus berjalan dan kecemasan kian menghimpit.
Dito, pelajar SMP Negeri Fatukoan, diduga tenggelam saat kegiatan piknik di Pantai Cemara Abudenok pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Kegiatan wisata yang seharusnya penuh tawa berubah menjadi petaka bagi keluarga korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan siswa SMPN Fatukoan berjumlah 32 orang bersama empat orang dewasa pendamping tiba di kawasan pantai untuk berwisata. Setibanya di lokasi, korban bersama beberapa rekannya mandi di tepi pantai.
Namun saat berada di laut, korban diduga masuk terlalu ke bagian yang lebih dalam hingga tersapu ombak. Korban tidak kembali ke permukaan. Rekan-rekan korban yang panik segera melaporkan kejadian tersebut kepada para pendamping.
Informasi kemudian diteruskan kepada petugas penjaga Pantai Cemara Abudenok dan dilaporkan ke Piket Polsek Malaka Barat sekitar pukul 14.45 WITA.
Menerima laporan tersebut, jajaran Polsek Malaka Barat bersama personel Polres Malaka Polda NTT langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Kapolsek Malaka Barat bersama anggota piket dan Bhabinkamtibmas Desa Umatoos segera berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk memanfaatkan perahu dalam upaya pencarian korban.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial dan Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka guna mendukung proses pencarian. Aparat kepolisian, pemerintah desa, petugas pariwisata, keluarga korban, serta masyarakat setempat bahu-membahu menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan secara intensif. Cuaca dan kondisi gelombang laut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian.
Sementara itu, sang ibu tetap bertahan di tepi pantai. Sesekali ia berdiri, memandang laut lepas, lalu kembali bersujud. Doa terus dipanjatkan, berharap Tuhan menunjukkan jalan agar anaknya, Dito, segera ditemukan.
Polres Malaka melalui Polsek Malaka Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya bagi anak-anak, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut demi menghindari kejadian serupa.
(Sys/ST)

