SOE,TTS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV di Hotel Timor Megah, Kota Soe, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati TTS Eduard Markus Lioe, Ketua KPU TTS Andi Funu, perwakilan Bawaslu Longginus Ulan, serta sejumlah pimpinan partai politik di Kabupaten TTS. Turut hadir Ketua DPD Partai Perindo TTS Marthen Natonis, Ketua PKS TTS Yermias Kabnani, Ketua PAN TTS Viktor Soinbala, serta perwakilan DPD Partai Golkar TTS Lorens Jehau.
Selain itu, Muscab juga diikuti oleh peserta dari 32 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PKB se-Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Ketua DPC PKB TTS, Religius Usfunas, dalam sambutannya mengatakan bahwa Muscab kali ini merupakan Muscab ke-IV yang dilaksanakan oleh PKB TTS. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mulai memimpin DPC PKB TTS sejak Muscab tahun 2011.
“Pada Muscab tahun 2011 saya masih sebagai caretaker. Saat Muscab tersebut saya dipercaya untuk memimpin DPC PKB TTS hingga hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu agenda penting dalam Muscab IV ini adalah pemilihan Ketua DPC PKB TTS untuk periode 2026–2031. Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan kali ini berbeda dengan sebelumnya.
“Dulu calon ketua harus mendapat dukungan minimal dari 16 PAC. Namun sekarang mekanismenya berbeda karena hasil Muscab akan dibawa ke tingkat DPW untuk diputuskan,” jelas Religius.
Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab PKB sebagai bagian dari proses demokrasi dan penguatan organisasi partai di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan selamat atas diselenggarakannya Muscab PKB hari ini. Kami menyambut baik pelaksanaan Muscab ini sebagai ajang silaturahmi, penataan, dan penyegaran kepengurusan partai guna mewujudkan demokrasi yang sehat di daerah kita,” kata Bupati.
Ia menilai PKB sebagai partai yang memiliki akar rumput kuat dan sejarah panjang dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta merawat warisan ulama.
“Saya menyadari bahwa Partai Kebangkitan Bangsa memiliki akar rumput yang kuat dan sejarah panjang dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, merawat warisan ulama, serta konsisten menjaga bingkai NKRI,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk partai politik sebagai mitra strategis pemerintah.
Melalui pelaksanaan Muscab ini, ia berharap PKB dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat semangat religius dan nasionalisme.
Selain itu, Bupati juga berharap melalui forum Muscab dapat lahir gagasan konstruktif, program kerja yang inovatif, serta kepemimpinan baru yang amanah dan mampu menyerap aspirasi masyarakat.
“Sinergi antara PKB dan Pemerintah Kabupaten TTS diharapkan semakin kuat dalam mendukung program-program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Sys/ST).

