KABUPATEN KUPANG – Bupati Kupang, Yosef Lede, menyampaikan tiga instruksi penting kepada seluruh jajaran pemerintah daerah saat membuka Rapat Koordinasi Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Rabies di Lobby Lantai II Kantor Bupati Kupang, Senin (13/7/2026). Selain menekankan penanganan rabies, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serta mempersiapkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara maksimal.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius S.J. Sanam, para asisten, pimpinan perangkat daerah, BPBD, camat, lurah, kepala desa, serta jajaran pemerintah se-Kabupaten Kupang.

Dalam sambutannya, Yosef Lede menegaskan bahwa meningkatnya kasus gigitan hewan penular rabies yang bahkan telah menyebabkan korban jiwa dalam beberapa bulan terakhir harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, penanganan rabies tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan hingga pemerintah kecamatan dan desa.

“Rabies adalah ancaman serius bagi seluruh masyarakat. Kolaborasi BPBD, Dinas Kesehatan, Peternakan hingga pemerintah desa mutlak diperlukan. Edukasi harus sampai ke rumah-rumah agar masyarakat paham cara mencegah dan merespons dengan cepat,” tegas Bupati.

Ia menambahkan, langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi yang masif menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit mematikan tersebut. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan hewan yang diduga terjangkit rabies serta tidak mengabaikan penanganan medis jika mengalami gigitan hewan penular.

Selain persoalan rabies, Bupati Yosef Lede memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa yang akan berlangsung di puluhan desa di Kabupaten Kupang tahun ini.

Ia mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar menjaga netralitas dan tidak melakukan intervensi terhadap proses demokrasi di tingkat desa.

READ  Kota Kupang Jadi Daerah Pertama Capai 100 Persen Operasional SPPG di Indonesia

“Biarkan rakyat yang memilih pemimpinnya sendiri. Persaingan haruslah adu visi, program, dan gagasan untuk kemajuan desa, bukan fitnah atau provokasi yang memecah belah persaudaraan,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa seluruh tahapan Pilkades harus berjalan profesional, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga hasilnya dapat diterima semua pihak serta menjaga persatuan masyarakat.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yosef Lede juga menginstruksikan seluruh kecamatan dan desa agar mulai melakukan berbagai persiapan sejak dini. Ia memberikan kewenangan kepada pemerintah kecamatan dan desa untuk mengelola kegiatan sesuai karakteristik wilayah masing-masing, namun tetap mengedepankan semangat nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga ahli waris, yakni keluarga almarhum Yakob Benyamin Affi, Perangkat Desa Oelatimo, almarhum Nordi Faris Nompetus, Perangkat Desa Fatunaus, serta almarhumah Selvina Tine, pekerja rentan yang mendapat perlindungan melalui APBD Kabupaten Kupang Tahun 2026.

Penyerahan santunan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja dan perangkat desa, sekaligus memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memperoleh jaminan sosial.(Sys/ST).

Most Popular