SOE, TTS – Stan pameran milik SMK Negeri Kolbano menjadi salah satu pusat perhatian dalam ajang Gebyar SMK, Pameran Produk, Pentas Seni, dan Atletik Tingkat SMK se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Soe.

Mengusung konsep unik bertajuk “Dapur Ocean Kitchen SMK Negeri Kolbano”, stan tersebut ramai dipadati pengunjung sejak hari pertama pembukaan pada Jumat (29/5/2026) hingga hari kedua pelaksanaan, Sabtu (30/5/2026). Desain stan yang menyerupai dapur sekaligus rumah makan khas olahan hasil laut sukses menarik perhatian masyarakat.

Berada di kawasan pesisir Kecamatan Kolbano yang kaya akan sumber daya kelautan, SMK Negeri Kolbano memanfaatkan momentum pameran untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil karya dan inovasi para siswa. Dengan mengusung slogan “Oceanism of Future – Laut adalah Masa Depan”, sekolah tersebut menampilkan beragam produk olahan berbahan dasar ikan yang memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi tinggi.

Berbagai produk yang dipamerkan antara lain Sei Ikan Tuna, Bakso Ikan, Nugget Ikan, Abon Ikan, Ikan Bumbu Kuning, hingga Nasi Bakar Ikan. Selain itu, tersedia pula aneka jajanan dan minuman pendamping yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung.

Kepala SMK Negeri Kolbano, Joni Leo, S.Pd., mengatakan keikutsertaan sekolah dalam kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan inovasi pengolahan hasil laut sekaligus mengubah pola pikir masyarakat terhadap konsumsi ikan.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa ikan tidak hanya digoreng atau direbus. Ikan bisa diolah menjadi berbagai produk yang lebih menarik, memiliki cita rasa berbeda, tetap bergizi, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Joni, aspek kesehatan dan kandungan gizi menjadi perhatian utama dalam setiap proses produksi. Produk seperti abon ikan, bakso ikan, dan nugget ikan diproses melalui metode pengukusan sehingga kandungan protein tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

READ  Diduga Ada Manipulasi, DPRD TTS Dalami Kasus Gugurnya Peserta Paskibraka

Salah satu produk yang paling diminati pengunjung adalah Sei Ikan Tuna. Produk ini dibuat melalui proses marinasi menggunakan racikan bumbu khas, kemudian diasapi dengan daun kesambi sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa yang khas. Produk tersebut dipasarkan dengan harga mulai dari Rp40.000 hingga Rp75.000 per kemasan.

Selain itu, produk frozen food berupa nugget ikan dan bakso ikan juga mendapat sambutan positif dari pengunjung. Kedua produk tersebut dijual dengan harga Rp25.000 per bungkus. Sementara bagi pengunjung yang ingin menikmati langsung di lokasi pameran, tersedia bakso ikan lengkap dengan kuah dan mi seharga Rp10.000 per porsi.

Prestasi membanggakan lainnya ditunjukkan melalui produk Abon Ikan SMK Negeri Kolbano yang telah mengantongi izin edar dan izin operasional lengkap. Produk tersebut juga telah dilengkapi kode produksi serta informasi masa kedaluwarsa yang jelas sehingga memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.

Melalui program One School One Product (OSOP) yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, produk abon ikan SMK Negeri Kolbano kini berpeluang dipasarkan melalui jaringan NTTMart.

Tak kalah menarik, inovasi Nasi Bakar Ikan menjadi salah satu menu favorit selama pameran berlangsung. Produk hasil kreativitas siswa ini memadukan nasi dan ikan berbumbu yang dibungkus daun pisang lalu dibakar hingga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera. Hampir setiap hari selama kegiatan berlangsung, produk tersebut selalu habis terjual.

Melihat tingginya minat masyarakat, pihak sekolah berencana mengembangkan pemasaran produk bakso ikan dan nasi bakar ikan agar dapat masuk ke jaringan dapur Flomorata sebagai bagian dari penguatan unit usaha sekolah.

Joni menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil implementasi metode pembelajaran Teaching Factory, yaitu model pembelajaran berbasis praktik kerja nyata yang memungkinkan siswa belajar langsung melalui proses produksi, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.

READ  Dispora TTS Berikan 60 Ayam Petelur untuk Dukung Kemandirian Pemuda Disabilitas

Saat ini SMK Negeri Kolbano memiliki enam kompetensi keahlian, yakni Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata, serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik.

Sebagai salah satu SMK unggulan di Kabupaten TTS, sekolah tersebut didukung oleh 41 tenaga pendidik profesional dan memiliki 374 siswa aktif. Pada tahun 2026, sekolah menargetkan peningkatan jumlah peserta didik hingga mencapai 500 siswa.

Selain dikenal melalui berbagai inovasi produk kelautan, SMK Negeri Kolbano juga berkomitmen menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh siswa serta terus memperkuat sarana praktik dan unit produksi guna mendukung pengembangan potensi sumber daya laut di wilayah pesisir.

“Kekayaan laut yang dimiliki daerah kita sangat besar dan harus menjadi masa depan masyarakat pesisir. Melalui pendidikan, keterampilan, dan inovasi yang kami kembangkan di sekolah, kami ingin menjadikan SMK Negeri Kolbano sebagai pusat pengembangan potensi kelautan yang mampu melahirkan produk-produk unggulan dan berdaya saing,” pungkas Joni Leo.

Melalui inovasi yang ditampilkan dalam Gebyar SMK TTS 2026, SMK Negeri Kolbano menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan wirausahawan muda yang kreatif dalam mengelola potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.(Sys/ST).

Most Popular