SOE – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus mendorong lahirnya usaha produktif berbasis potensi lokal melalui Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) pembuatan briket ramah lingkungan berbahan baku tempurung kelapa di Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Tengah, Selasa (21/7/2026).

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kepala DPMD Kabupaten TTS, George D. Mella, S.H., M.Si. Menurutnya, masih banyak potensi sumber daya alam di desa yang belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi.

Akibatnya, berbagai hasil alam hanya dijual sebagai bahan mentah dengan nilai ekonomi rendah, bahkan sebagian terbuang tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Harapannya, usaha pembuatan briket dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga sekaligus memperkuat perekonomian desa,” ujar George.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan ditularkan kepada masyarakat di desa-desa lain di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Sebanyak 25 peserta yang berasal dari lima kelompok tani di Desa Mauleum mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan materi teori dan praktik pembuatan briket berbahan dasar limbah tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa DPMD Kabupaten TTS, Evy Boboy, S.E., mengatakan Desa Mauleum patut berbangga karena terpilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan dari total 266 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk melahirkan usaha mikro berbasis rumah tangga yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Pemanfaatan bahan baku lokal menjadi briket tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ramah lingkungan. Bahkan usaha ini dapat dikembangkan melalui BUMDes dengan dukungan penyertaan modal yang tersedia,” jelas Evy.

READ  Setahun Menanti, Buce–Jhony Akhirnya Rotasi 19 Pejabat Eselon II TTS

Ia menambahkan, pengembangan usaha briket berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Petrus Raga Djara, menyampaikan prospek pemasaran briket sangat menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat.

“Briket kini semakin diminati oleh pelaku usaha maupun rumah tangga karena lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan menjadi alternatif bahan bakar yang semakin dibutuhkan,” katanya.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Tim Pemberdayaan Masyarakat Desa DPMD Kabupaten TTS, Kepala Desa Mauleum beserta perangkat desa, serta seluruh peserta dari kelompok tani.

Melalui kegiatan ini, DPMD Kabupaten Timor Tengah Selatan berharap lahir semakin banyak usaha produktif berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. (Sys/ST)

Editor: Agus S.

Most Popular