KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memaparkan Program Siber Sehat NTT dalam acara Jurnal Nusantara Pagi yang disiarkan oleh Kompas TV, Selasa (2/6/2026). Program tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Gubernur Melki menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Beberapa persoalan yang saat ini menjadi perhatian serius antara lain penyebaran hoaks, perundungan digital (cyberbullying), kecanduan media sosial, pinjaman online ilegal, hingga maraknya praktik perjudian online.

Menurutnya, kehadiran Program Siber Sehat NTT menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

“Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat, edukatif, dan dipenuhi konten-konten positif yang menginspirasi masyarakat,” ujar Gubernur Melki.

Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut melibatkan berbagai pihak guna memastikan pelaksanaannya berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Sejumlah lembaga yang terlibat dalam program ini antara lain Universitas Nusa Cendana, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Badan Narkotika Nasional, rumah sakit, serta berbagai media massa yang berperan dalam edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Selain mendorong peningkatan literasi digital, Program Siber Sehat NTT juga menghadirkan sejumlah layanan pendukung. Di antaranya layanan pengaduan masyarakat terkait kejahatan digital, pendampingan psikologis bagi korban perundungan dan kejahatan siber, serta penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam menangani berbagai bentuk pelanggaran di ruang digital.

Pemerintah Provinsi NTT menilai pendekatan edukatif dan preventif perlu berjalan beriringan dengan penegakan hukum agar masyarakat dapat merasa aman saat beraktivitas di dunia maya.

READ  Pemkab Kupang Serahkan LKPD 2025 ke BPK NTT

Tidak hanya itu, Program Siber Sehat NTT juga akan disinergikan dengan Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang tengah digalakkan pemerintah daerah. Melalui kolaborasi tersebut, peran orang tua diharapkan semakin kuat dalam mengawasi penggunaan gawai dan aktivitas digital anak-anak di lingkungan keluarga.

Menurut Gubernur Melki, pengawasan dan pendampingan dari keluarga merupakan faktor penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan berbagai langkah yang disiapkan, Pemerintah Provinsi NTT berharap Program Siber Sehat NTT dapat menjadi gerakan bersama untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari berbagai ancaman kejahatan siber.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih kritis dalam menyaring informasi, bijak dalam bermedia sosial, serta aktif menciptakan konten-konten positif yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan kemajuan masyarakat NTT. (Sys/ST).

Most Popular