KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan sektor kelautan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan yang digelar pada Jumat (5/6/2026). Dalam pertemuan itu, berbagai program strategis dibahas guna memastikan potensi laut NTT dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Menurut Gubernur Melki Laka Lena, laut NTT bukan sekadar hamparan biru, tetapi menjadi sumber kehidupan bagi ribuan keluarga nelayan, masa depan generasi muda di wilayah pesisir, serta salah satu kekuatan utama ekonomi daerah.
“Laut NTT bukan hanya hamparan biru. Di sana ada dapur keluarga nelayan, masa depan anak-anak pesisir, dan harapan ekonomi daerah. Karena itu, kita harus memastikan laut dikelola dengan bijak dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujarnya.
Pertemuan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Stefania Tunga Boro, Analis Konservasi BKKPN Kupang Muhammad Hilmin, Kepala PSDKP Kupang Nu’man Najib, Kepala BPPMHKP Kupang Ridwan, serta Wakil Direktur I Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang Muhammad Amril Idrus.
Sejumlah agenda penting menjadi pembahasan, di antaranya penguatan Program LAUTRA, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, konservasi kawasan laut, peningkatan mutu produk perikanan untuk pasar ekspor, hingga pengembangan sumber daya manusia muda di bidang kelautan dan perikanan.
Gubernur menilai bahwa menjaga laut bukan hanya tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan sumber daya tersebut tetap mampu menopang kehidupan masyarakat pesisir dari generasi ke generasi.
“Bagi saya, menjaga laut bukan sekadar melindungi alam. Ini tentang memastikan anak cucu kita masih bisa hidup dari laut yang sehat dan produktif,” katanya.
Ia menambahkan, NTT memiliki potensi kelautan yang sangat besar sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, instansi teknis, dan masyarakat untuk mengelolanya secara tepat dan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang baik, Gubernur optimistis sektor kelautan dan perikanan akan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur.
“NTT punya laut yang luar biasa. Tugas kita adalah mengelolanya dengan benar agar kesejahteraan masyarakat pesisir terus bertumbuh,” pungkasnya.(Sys/ST).

