SOE, TTS – SD Inpres Taubneno menggelar Pentas Seni (Pensi) sekaligus meluncurkan buku karya tulis siswa bertema “Kreativitas Anak Bangsa: Ceria, Berbakat, dan Berbudaya” sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan kreativitas, bakat, dan budaya literasi peserta didik, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Apris Manafe, Kabid Pendidikan SD, perwakilan Polres TTS, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten TTS selaku Bunda Literasi, para guru, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Apris Manafe, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan SD Inpres Taubneno melalui pentas seni dan peluncuran buku karya siswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk menemukan serta mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kepala sekolah, para guru, komite sekolah, dan orang tua siswa atas gagasan yang sangat inspiratif ini,” ujarnya.
Apris juga menyinggung hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menempatkan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada peringkat ke-36 dari 38 provinsi di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten TTS.
Ia menjelaskan bahwa tema “Ceria, Berbakat, dan Berbudaya” sangat relevan dengan arah pembangunan pendidikan saat ini. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak, memberi ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan bakatnya, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Apris juga memberikan apresiasi khusus atas peluncuran buku karya tulis siswa yang dinilainya sebagai pencapaian luar biasa dalam membangun budaya literasi sejak usia dini.
“Hari ini kita menyaksikan sebuah pencapaian yang luar biasa. Buku yang ditulis oleh anak-anak sekolah dasar menjadi bukti bahwa budaya literasi sedang tumbuh dan berkembang. Dari sekolah ini saya yakin akan lahir penulis, jurnalis, akademisi, bahkan pemimpin masa depan yang membanggakan Timor Tengah Selatan,” katanya.
Ia pun berpesan kepada para siswa agar terus belajar dengan tekun, menghormati orang tua dan guru, mencintai budaya daerah, serta tidak pernah berhenti bermimpi karena masa depan ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan bekerja keras.
Sementara itu, Kepala SD Inpres Taubneno, Fransinaa A. Lakapu, S.Pd., Gr, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTS yang terus memberikan perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan budaya literasi di sekolah.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kegiatan literasi di Surakarta, Jawa Tengah, bersama Dinas Pendidikan pada Mei 2026 menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berinovasi hingga berhasil meluncurkan buku karya siswa.
“Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak karya dari anak-anak SD Inpres Taubneno. Tentunya hal ini tidak terlepas dari dukungan para orang tua yang terus mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami,” ujarnya.
Fransinaa juga mengapresiasi kerja sama para guru dan orang tua yang telah bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan di sekolah.
Menurutnya, pentas seni dan peluncuran buku tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat, mulai dari seni tari, menyanyi, membaca puisi hingga menulis.
“Hari ini kita menyaksikan sendiri bahwa anak-anak memiliki potensi yang luar biasa. Pentas seni ini menjadi ruang untuk menggali dan menampilkan kemampuan terbaik mereka sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap seni, budaya, dan literasi,” tutupnya.(Sys/ST)

