KUPANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 di Hotel Kristal Kupang, Jumat (17/7/2026). Rakerprov menjadi momentum memperkuat persiapan NTT sebagai tuan rumah bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Rakerprov dibuka oleh Wakil Gubernur NTT yang juga Wakil Ketua Umum I KONI NTT, Johni Asadoma. Turut hadir Gubernur NTT sekaligus Ketua Umum KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat Ahmad Saefudin, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota, Ketua KONI kabupaten/kota, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga se-NTT, pengurus cabang olahraga, hingga insan pers.
Dalam arahannya, Kepala Bidang Binpres KONI Pusat Ahmad Saefudin menyampaikan keyakinannya bahwa NTT dan NTB mampu menjadi tuan rumah PON 2028 dengan baik apabila seluruh persiapan dilakukan secara terencana dan tepat waktu.
“Kami memiliki keyakinan bahwa NTT mampu melaksanakan amanah besar sebagai tuan rumah PON. Tinggal bagaimana seluruh persiapan dilakukan secara terukur, terencana, dan tepat waktu,” ujarnya.
Menurut Ahmad, keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari suksesnya penyelenggaraan, tetapi juga dari prestasi atlet daerah. Karena itu, cabang olahraga yang dipertandingkan di NTT harus dipilih secara cermat agar mampu memberikan peluang terbesar meraih medali emas.
“Kita jangan hanya sukses menjadi penyelenggara, tetapi atlet NTT juga harus mampu tampil dan meraih medali emas. Itulah makna sesungguhnya menjadi tuan rumah,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, kontingen NTT berhasil mengoleksi tujuh medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu atau total 36 medali. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi pada PON XXII Tahun 2028.
Ahmad meminta seluruh pengurus cabang olahraga segera memetakan potensi atlet, memperkuat program pembinaan dan kepelatihan, serta memanfaatkan berbagai kejuaraan sebagai ajang evaluasi menjelang babak kualifikasi yang akan berakhir pada Desember 2027.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan kota yang telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga PON 2028. Namun, ia menegaskan penetapan lokasi pertandingan tetap bergantung pada hasil verifikasi KONI Pusat terhadap kesiapan venue dan fasilitas pendukung.
Pada sisi prestasi, Gubernur menargetkan kontingen NTT mampu menembus peringkat 10 besar nasional pada PON XXII Tahun 2028.
“Kita harus menjadikan status sebagai tuan rumah sebagai momentum meningkatkan prestasi olahraga melalui pembinaan atlet yang terarah,” ujarnya.
Melki juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan lima target sukses penyelenggaraan PON 2028, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses pariwisata, dan sukses administrasi.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah PON merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia meminta seluruh struktur kepanitiaan serta panitia pelaksana cabang olahraga mulai dipersiapkan sejak dini.
Menurut Johni, setiap pengurus cabang olahraga harus menjadi pelaksana utama karena memahami seluruh aspek teknis pertandingan, mulai dari regulasi hingga kebutuhan perangkat dan ofisial.
Sebagai mantan atlet tinju nasional, Johni juga menegaskan bahwa budaya yang harus dibangun di NTT adalah budaya juara.
“Kita wajib menargetkan medali emas. Budaya yang harus kita bangun adalah budaya emas, bukan hanya puas dengan medali perak atau perunggu. Prestasi medali emas lahir dari pembinaan atlet yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegasnya.(Sys/ST)

