LOMBOK BARAT – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 untuk Regional Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara resmi diluncurkan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5/2026).

Peluncuran program tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, serta Gubernur NTT, Melki Laka Lena.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan Pelaksanaan Pemilihan Toko Terbuka (PTT) sebagai bagian dari penguatan tata kelola program BSPS agar berjalan transparan, efektif, dan akuntabel.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis yang terhubung secara luring dan daring dengan sejumlah daerah pelaksana BSPS, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP bersama Gubernur NTT juga menyapa secara daring para pelaksana dan penerima bantuan BSPS di Kabupaten Belu.

Pada dialog tersebut, Maruarar Sirait menegaskan bahwa setiap kabupaten di NTT minimal akan menerima 500 unit BSPS.

Sementara Mendagri Tito Karnavian menambahkan, khusus wilayah kabupaten perbatasan di NTT akan mendapatkan tambahan 500 unit rumah lagi sehingga total bantuan mencapai 1.000 unit rumah.

Untuk Tahun 2026, alokasi BSPS bagi Provinsi NTT mencapai 17.424 unit rumah atau meningkat hampir 40 kali lipat dibandingkan tahun 2025, dengan persentase kenaikan mencapai 3.896 persen.

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas peningkatan signifikan program bantuan rumah layak huni bagi masyarakat NTT.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Menteri PKP, Menteri Dalam Negeri, DPR RI, serta seluruh pihak yang telah mendukung program BSPS bagi masyarakat NTT,” ujar Melki.

Menurutnya, peningkatan alokasi BSPS menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pusat kepada masyarakat kecil agar memiliki rumah layak huni, sehat, dan berkualitas.

READ  Dishub NTB Pasang 187 Titik Lampu Jalan Tenaga Surya, Anggaran Capai Rp7 Miliar

Ia juga menegaskan sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi harapan besar dalam mempercepat pemerataan pembangunan perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Turut disebutkan, program BSPS diharapkan mampu membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperbaiki kondisi rumah secara swadaya sehingga tercipta hunian yang lebih aman dan layak ditempati.

Most Popular