KUPANG – Minat masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap layanan perpustakaan terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Provinsi NTT mencatat sebanyak 27.352 pengunjung telah memanfaatkan layanan Perpustakaan Daerah, dengan mayoritas mengakses fasilitas secara daring.
Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Dinas Arpus NTT, Chris Pira, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kunjungan selama Januari hingga Juni 2026, yang terdiri atas 6.547 kunjungan langsung dan 20.805 kunjungan melalui layanan digital.
“Dari total 27.352 pengunjung, sebanyak 6.547 merupakan kunjungan langsung, sedangkan 20.805 lainnya memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan secara daring,” ujarnya.
Ia menjelaskan kunjungan langsung mencakup 6.502 orang yang datang ke Perpustakaan Daerah serta 45 layanan ekstensi melalui program Pinjam Buku Antar di Tempat (LAPBUKIT).
Sementara itu, layanan digital menjadi penyumbang terbesar dengan 10.439 kunjungan melalui website perpustakaan, 9.804 pengguna layanan internet daring, 496 pengguna komputer workstation dan internet, serta 66 pengguna aplikasi ePerpus NTT.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Perpustakaan Daerah NTT melayani 41.506 pengunjung yang terdiri atas 22.738 kunjungan langsung dan 18.768 kunjungan daring.
Selain peningkatan jumlah pengunjung, Dinas Arpus NTT juga mencatat penambahan 179 anggota baru selama Semester I 2026. Rinciannya, 152 anggota mendaftar secara langsung dan 27 lainnya bergabung melalui layanan ePerpus NTT.
Chris menambahkan layanan LAPBUKIT juga terus dimanfaatkan masyarakat. Selama enam bulan pertama tahun ini, layanan tersebut telah digunakan sebanyak 45 kali dengan mengantarkan 61 eksemplar dari 42 judul buku kepada pemustaka di wilayah Kota Kupang.
“Kami mengajak generasi muda NTT tidak segan melangkahkan kaki ke Perpustakaan Provinsi NTT, menjadikannya kebiasaan, bukan sekadar kunjungan sesekali,” katanya.
Menurutnya, perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga ruang untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, hingga mengakses berbagai layanan literasi berbasis digital.
“Generasi muda NTT diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta karya, inovator, dan agen perubahan yang berlandaskan pengetahuan,” ujarnya.
Untuk semakin meningkatkan budaya literasi, Dinas Arpus NTT juga menggelar program Weekend Library setiap Sabtu pukul 09.00–16.00 WITA mulai 18 Juli hingga 12 Desember 2026. Program tersebut menghadirkan kelas menulis gratis bekerja sama dengan Rumah Literasi Mata (Relima) sebagai wadah pengembangan kemampuan literasi masyarakat. (ST/Ant)
Editor: Agus S

