KUPANG – Polresta Kupang Kota melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat, khususnya warga sekitar dan para pedagang asongan di Terminal Penumpang Helong Pelabuhan Tenau Kupang, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap langsung aspirasi serta berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan pelabuhan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kabagren Polresta Kupang Kota AKP Daeng Jumadi, Kasat Narkoba Polresta Kupang Kota AKP Gustaf Steven Ndun, Kasihumas Polresta Kupang Kota IPTU Florensi Ibrahim Lapuisaly, Kanit Binmas Polsek Alak IPDA Nicolaus Manuputty, serta Kapolsubsektor Pelabuhan Tenau IPTU Teguh Iman Santoso.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian menyampaikan sosialisasi terkait Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) serta bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara masyarakat dan pihak kepolisian. Sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang kerap terjadi di area pelabuhan, seperti praktik percaloan, larangan berjualan di dalam terminal, hingga kasus penipuan dalam pembelian tiket kapal.
Menanggapi hal tersebut, para pejabat Polresta Kupang Kota yang hadir menjelaskan bahwa tidak ada larangan bagi keluarga untuk menjemput penumpang di pelabuhan. Namun masyarakat diimbau untuk membeli tiket kapal secara resmi guna menghindari praktik penipuan.
Sementara itu, pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Kupang menegaskan bahwa larangan berjualan di dalam terminal merupakan aturan resmi yang diterapkan demi menjaga keselamatan dan ketertiban di area pelabuhan.
Meski demikian, pengelola pelabuhan telah menyediakan fasilitas khusus bagi para pedagang serta tempat ibadah bagi pengguna jasa pelabuhan.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, menegaskan bahwa program Jumat Curhat merupakan bentuk komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung dari lapangan.
Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar meningkatkan pengawasan terhadap praktik percaloan maupun tindakan lain yang merugikan masyarakat di area pelabuhan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung keluhan masyarakat sekaligus mencari solusi bersama. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap permasalahan kepada petugas,” tegasnya.(Sys/ST).

