MAUMERE – Kisah asmara pasangan muda di Maumere, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial setelah hubungan mereka yang telah berjalan selama sembilan tahun berakhir hanya beberapa hari setelah prosesi peminangan.

Peristiwa itu melibatkan seorang pria bernama Endy, pegawai perusahaan pembiayaan (leasing), dan Elen yang bekerja sebagai pegawai Bank NTT.

Kronologi bermula saat Endy resmi meminang Elen pada 26 April 2026. Kedua keluarga kemudian sepakat melanjutkan tahapan adat pada 30 April 2026 guna membahas belis serta persiapan pernikahan mereka.

Namun pada malam pembahasan adat tersebut, Elen tidak hadir dengan alasan sedang menyelesaikan pekerjaan lembur karena masa tutup buku kantor.

“Awalnya masih bisa dihubungi. Tapi setelah lewat pukul sembilan malam, teleponnya sudah tidak aktif,” ujar Endy saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (14/5/2026).

Karena kehilangan kontak, pihak keluarga dan kerabat dekat kemudian berinisiatif melakukan pencarian.

Pencarian itu mengarah ke salah satu hotel di kawasan Maumere setelah sepeda motor milik Elen ditemukan terparkir di halaman hotel tersebut.

Dengan perasaan cemas, Endy mengaku menunggu selama berjam-jam di lokasi untuk memastikan keberadaan calon istrinya.

Sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, Endy mengaku melihat langsung Elen keluar dari hotel bersama seorang pria lain yang disebut merupakan mantan kekasih Elen bernama Sony.

Peristiwa itu sontak membuat hubungan mereka berakhir. Rencana pernikahan yang telah dipersiapkan kedua keluarga pun batal dilanjutkan.

Kisah tersebut kemudian viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang mengaku sedih dan prihatin karena hubungan yang telah dibangun selama sembilan tahun harus kandas akibat dugaan pengkhianatan.

Salah satu akun media sosial bernama Jefron Ata menuliskan komentar bernada dukungan kepada Endy.

READ  Bantuan untuk Ribuan Pelajar, 20 Sekolah Terima Laptop TIK

“Syukuri bro… karena Tuhan mungkin menunjukkan semuanya sebelum menikah. Kalau nanti sudah menikah baru ketahuan, pasti lebih sakit,” tulisnya.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam memberikan tanggapan di media sosial dan menghindari komentar yang bersifat menghina maupun menyerang pihak tertentu.(Sys/ST)

Most Popular