KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri sekaligus menutup rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI Provinsi NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Sabtu (2/5/2026) malam.
Kegiatan strategis yang berlangsung sejak 1 hingga 3 Mei 2026 ini diikuti ratusan pengusaha muda dari seluruh kabupaten/kota di NTT. Sejumlah agenda utama seperti Diklatda, Rakerda, dan Forbisda telah dilaksanakan pada 1–2 Mei sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan jaringan pelaku usaha muda di daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah keterbatasan jumlah pelaku usaha di NTT.
“Kita harus bangun pola pikir: saya berproduksi maka saya ada, bukan saya berbelanja maka saya ada,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank NTT dengan total plafon mencapai Rp1 triliun. Menurutnya, perlu ada skema khusus bagi anggota HIPMI agar lebih mudah mengakses pembiayaan.
“Kalau ada kendala di lapangan, sampaikan. Pemerintah siap memfasilitasi,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Melki meminta para pengusaha muda untuk jeli melihat peluang dari berbagai program strategis pemerintah pusat yang bisa diimplementasikan di daerah.
“Teman-teman HIPMI harus jeli melihat program pusat yang ada di daerah. Masuk dan ambil peran, seperti program Makan Bergizi Gratis maupun pengembangan garam di Rote,” katanya.
Ia juga secara khusus meminta HIPMI di Kabupaten Rote Ndao untuk mulai merumuskan potensi pengembangan tambak garam sebagai peluang usaha strategis yang dapat dikembangkan ke depan.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara HIPMI, pemerintah daerah, dan perbankan dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat.
Ia mendorong setiap pengurus HIPMI di kabupaten/kota untuk aktif berkoordinasi dengan kepala daerah masing-masing, termasuk dalam mengidentifikasi dan mengembangkan lahan-lahan tidur yang potensial.
“Saya membuka ruang bagi HIPMI untuk terus berkoordinasi. Jika ada peluang, silakan masuk dan kembangkan. Pemerintah siap memfasilitasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, Restu Herdani Baptista Dupe, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pengusaha muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Keberhasilan sejati diukur dari apa yang kita kerjakan setelah kita pulang dari tempat ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat peran HIPMI sebagai penggerak ekonomi anak muda di NTT.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Koordinator Wilayah Bali Nusra BPP HIPMI Ary Setya Wibawa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT Linus Lusi, serta Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT Selfi H. Nange.
Melalui kegiatan ini, HIPMI diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di NTT.(Sys/ST).

