SURABAYA – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji Provinsi NTT yang tergabung dalam Kloter 80 dan Kloter 81 Embarkasi Surabaya, Selasa (12/5/2026), di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur.
Sebanyak 483 jemaah haji asal NTT diberangkatkan tahun ini, terdiri dari 376 jemaah pada Kloter 80 dan 107 jemaah pada Kloter 81.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI NTT Muhammad Wongso, Anggota DPRD Provinsi NTT Mohammad Ansor, Plt. Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT Haji Hasan Manuk, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Moh. As’adul Anam, serta Plt. Karo Pemerintahan Setda Provinsi NTT Petrus Seran Tahuk.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada para jemaah untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, momentum pelepasan jemaah haji bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi para jemaah dan keluarga, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat NTT.
“Kesempatan ini merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Tidak semua orang yang memiliki keinginan dan kemampuan dapat langsung berangkat ke Tanah Suci. Banyak yang harus menunggu bertahun-tahun. Karena itu, keberangkatan ini adalah bukti bahwa Allah telah memilih Bapak dan Ibu sekalian untuk memenuhi panggilan-Nya,” ujar Johni Asadoma.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, kesabaran, dan keikhlasan. Menurutnya, ibadah haji juga mengajarkan nilai kesetaraan, persaudaraan, pengorbanan, serta kepatuhan kepada Allah SWT.
Wagub Johni berpesan agar seluruh jemaah menjaga niat ibadah dengan tulus, memelihara kesehatan selama berada di Tanah Suci, menjaga kekompakan antar sesama jemaah, serta mematuhi arahan petugas dan pembimbing ibadah haji.
Selain itu, para jemaah juga diminta menjaga nama baik NTT dengan menunjukkan sikap ramah, santun, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Dalam kesempatan tersebut, Johni Asadoma turut menegaskan bahwa NTT dikenal sebagai daerah yang memiliki semangat toleransi dan kerukunan yang kuat. Keberangkatan jemaah haji, menurutnya, menjadi salah satu cerminan kehidupan masyarakat NTT yang harmonis dalam keberagaman agama, budaya, dan suku.
“Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen menjaga harmoni sosial dan memastikan seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan penuh penghormatan,” katanya.
Wakil Gubernur juga mengapresiasi Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan fasilitasi terhadap keberangkatan jemaah haji asal NTT hingga berjalan dengan baik.
Ia turut menitipkan pesan kepada seluruh petugas haji agar memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah, khususnya jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Menutup sambutannya, Johni Asadoma mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan memperoleh haji yang mabrur dan mabruroh.
“Semoga sepulang dari Tanah Suci nanti, para jemaah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, rendah hati, peduli kepada sesama, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(Sys/ST).

