KUPANG – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung gerakan kolaboratif pengelolaan sumber daya air. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang periode 2026–2028.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam menjawab tantangan krisis air yang kerap melanda Kota Kupang.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif konkret yang telah dilakukan forum, mulai dari penanaman pohon di kawasan daerah aliran sungai (DAS), pengembangan lubang biopori, hingga edukasi konservasi air kepada masyarakat.

“Kami melihat ini bukan sekadar gerakan lingkungan, tetapi gerakan masa depan. Air adalah sumber kehidupan, dan pengelolaannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Wali Kota, Sabtu 2/5/2026.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memberikan dukungan penuh bagi keberlanjutan program tersebut, baik melalui fasilitasi kegiatan, dukungan logistik, maupun penyediaan ruang sekretariat bagi forum.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Kolaborasi adalah kunci. Kami siap hadir dan mendukung, agar gerakan seperti ‘Tanam Air’ ini benar-benar menjadi gerakan kolektif yang berdampak luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran masyarakat sejak dini terkait konservasi air, mengingat kondisi geografis Kupang yang rentan terhadap kekeringan.

“Kita harus mengubah cara pandang. Menjaga air sama dengan menjaga kehidupan. Kalau hari ini kita tidak mulai, maka ke depan kita akan menghadapi krisis yang lebih berat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

READ  RUPS LB Jamkrida, Tujuh Calon Pengurus Diajukan ke OJK

“Kami ingin memastikan bahwa gerakan ini tidak berhenti pada aksi simbolik, tetapi berlanjut menjadi program berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan forum.

Forum tersebut juga berkomitmen untuk terus mengembangkan program berbasis masyarakat, seperti gerakan penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, serta edukasi lingkungan di sekolah-sekolah.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kota Kupang sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Sejalan dengan itu, Wali Kota menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari visi besar pembangunan Kota Kupang sebagai “Kota Kasih” yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Kalau kita ingin Kota Kupang tetap hidup dan berkembang, maka air harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga,” pungkasnya.(Sys/ST).

Most Popular