SOE, TTS – Kabar menggembirakan datang bagi para atlet biliar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Atlet biliar NTT berpeluang tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tanpa harus melalui jalur kualifikasi.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Achmaf Fadil Nasution, saat menggelar coaching clinic bagi atlet, pelatih, dan wasit biliar di Kota Soe, Selasa (2/6/2026).
Menurut Achmaf Fadil, kunjungannya ke sejumlah daerah di NTT tidak hanya untuk melantik pengurus POBSI kabupaten/kota, tetapi juga untuk melihat secara langsung perkembangan olahraga biliar dan potensi atlet yang dimiliki daerah.
Dalam kesempatan itu, ia mengaku cukup terkesan dengan kemampuan yang ditunjukkan para atlet biliar asal TTS maupun Kota Kupang. Menurutnya, sejumlah atlet memiliki bakat dan kemampuan yang dapat dikembangkan untuk bersaing di tingkat nasional.
“Setelah saya melihat langsung atlet biliar di TTS dan Kota Kupang, ternyata mereka memiliki potensi yang cukup baik. Potensi ini harus terus diasah melalui latihan yang rutin dan terarah karena prestasi tidak bisa diraih secara instan,” ujar Achmaf Fadil.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet sangat ditentukan oleh kedisiplinan dalam berlatih, mental bertanding, serta dukungan program pembinaan yang berkelanjutan dari organisasi olahraga.
Karena itu, Achmaf berharap seluruh pengurus POBSI di NTT dapat menyusun program pembinaan yang jelas dan berkesinambungan guna meningkatkan kualitas atlet di daerah masing-masing.
“Saya berharap para pengurus POBSI di NTT, termasuk di Kabupaten TTS, dapat menciptakan program-program yang mampu meningkatkan kemampuan atlet sehingga mereka dapat bersaing dan meraih prestasi,” katanya.
Peluang tampil pada PON tanpa harus mengikuti babak kualifikasi menjadi kesempatan emas bagi atlet-atlet biliar NTT untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung nasional. Kondisi tersebut dinilai harus dimanfaatkan sebaik mungkin melalui persiapan yang matang sejak sekarang.
Sementara itu, Ketua POBSI Kabupaten TTS, Yusuf Nikolas Soru, mengatakan pihaknya menyambut baik peluang tersebut. Meski kepengurusan POBSI TTS baru terbentuk, semangat untuk membangun olahraga biliar di daerah sangat besar.
Menurut Yusuf, kesempatan menjadi tuan rumah PON sekaligus peluang tampil tanpa jalur kualifikasi menjadi motivasi tambahan bagi para atlet biliar di TTS untuk berlatih lebih giat.
“Kami baru saja membentuk kepengurusan POBSI TTS. Dengan semangat yang ada, kami akan berupaya semaksimal mungkin membina atlet-atlet biliar agar mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa salah satu target utama POBSI TTS adalah mengirimkan atlet terbaik untuk mewakili daerah pada ajang PON mendatang.
“Tekad kami jelas, harus ada atlet biliar asal TTS yang tampil di PON NTT-NTB. Dengan semangat para atlet yang tinggi dan dukungan pembinaan yang baik, kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” tegas Yusuf.
Coaching clinic yang berlangsung di Soe tersebut mendapat sambutan antusias dari para atlet dan penggiat olahraga biliar. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas atlet biliar TTS sekaligus memperkuat persiapan menuju berbagai kejuaraan, termasuk ajang PON yang akan datang.
Dengan peluang yang terbuka lebar dan dukungan dari PB POBSI, para atlet biliar TTS kini memiliki kesempatan besar untuk membuktikan kemampuan mereka dan bersaing di level nasional, membawa nama Timor Tengah Selatan serta Nusa Tenggara Timur ke panggung olahraga Indonesia.(Sys).

