SOE, TTS – Sebanyak 750 pemuda dan pemudi dari 27 jemaat mengikuti Bible Camp Pemuda GMIT Klasis Soe Tahun 2026 yang berlangsung di Jemaat GMIT Betesda Tepas, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (12/7/2026) itu menjadi wadah pembinaan iman sekaligus pembentukan karakter generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Peserta Bible Camp berasal dari 24 jemaat di wilayah Klasis Soe serta tiga jemaat undangan dari Klasis Timor Tengah Utara (TTU), Klasis Amfoang Selatan, dan Klasis Mollo Barat.
Mengusung tema “Hit Fain Sulat Nako Usif Yesus: Mendapat Surat dari Tuhan Yesus”, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kehidupan rohani kaum muda sekaligus membekali mereka agar mampu menjadi pelopor perubahan di tengah gereja, keluarga, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Nofrikus Maufa, S.Th. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh pemuda, para pendeta se-Klasis Soe, jemaat, serta tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda GMIT.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan isu lingkungan, pembentukan karakter, serta berbagai tantangan sosial yang dihadapi kaum muda saat ini.
Salah satu materi utama mengangkat tema Tinjauan Teologi Ekologis terhadap Isu Lingkungan di Klasis Soe yang disampaikan oleh narasumber dari Polres Timor Tengah Selatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab iman sebagai pengelola ciptaan Tuhan. Kaum muda didorong untuk menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai berbagai persoalan yang saat ini banyak mengancam generasi muda, seperti seks di luar nikah, konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga bahaya HIV/AIDS.
Materi tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan dari Daerah Pemilihan Kota Soe, yakni Yusuf Nikolas Soru, Yerim Yos Fallo, Religius Usfunan, dan Albinus Kase. Para narasumber mengajak peserta membangun karakter yang kuat, menjauhi perilaku menyimpang, serta menjadi teladan di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.
Ketua Pemuda GMIT Klasis Soe, Jemsy Nifu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bible Camp tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Kiranya seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar, aman, dan damai serta menjadi berkat bagi seluruh peserta,” ujarnya.
Tak hanya mengikuti materi di dalam ruangan, para peserta juga mengikuti kegiatan bina akrab yang dirancang untuk mempererat hubungan antarpemuda dari berbagai jemaat. Dalam kegiatan tersebut mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk saling mengenal, berbagi pengalaman pelayanan, bertukar praktik baik dari jemaat masing-masing, serta memperkuat semangat persaudaraan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, baik dalam kehidupan bergereja maupun di tengah masyarakat.
Melalui Bible Camp ini, Pemuda GMIT Klasis Soe berharap lahir generasi muda yang memiliki iman yang kokoh, karakter yang kuat, kepedulian terhadap lingkungan, serta keberanian untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih bermoral, peduli sesama, dan bertanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan.(Sys/ST).

