KUPANG – Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kapasitas seorang kepala daerah, tetapi juga oleh sinergi yang kuat antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Pola kepemimpinan tersebut terlihat dalam kolaborasi Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, yang membagi peran secara proporsional untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Kupang.
Dalam menjalankan pemerintahan, Bupati Yosef Lede lebih fokus membangun komunikasi dan jejaring dengan pemerintah pusat, kementerian, serta berbagai lembaga nasional guna memperjuangkan program-program strategis bagi Kabupaten Kupang.
Berbagai agenda koordinasi tersebut diarahkan untuk memperoleh dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pertanian, peningkatan pelayanan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, pembangunan jaringan energi, hingga berbagai program prioritas yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Yosef Lede, Kabupaten Kupang memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, produksi garam, hingga pariwisata. Potensi tersebut, katanya, perlu didukung melalui kebijakan pemerintah pusat, investasi, dan alokasi anggaran agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Kabupaten Kupang memiliki potensi jagung, peternakan, garam, dan pariwisata yang sangat besar. Yang kami perjuangkan adalah bagaimana potensi tersebut memperoleh dukungan sehingga mampu dikelola secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yosef Lede, Rabu (9/7/2026).
Sementara itu, Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki berperan memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat daerah. Ia memastikan setiap program pembangunan yang diperjuangkan pemerintah daerah dapat dilaksanakan secara efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Peran tersebut diwujudkan melalui pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan, koordinasi lintas perangkat daerah, evaluasi pelayanan publik, hingga kunjungan lapangan untuk memantau sektor kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program sosial.
Menurut Aurum Obe Titu Eki, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kemampuan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat, tetapi juga ditentukan oleh kualitas birokrasi dalam melaksanakan setiap program secara profesional.
“Apa yang diperjuangkan Bupati melalui berbagai koordinasi eksternal harus kami pastikan terlaksana dengan baik di daerah. Seluruh program harus berjalan sesuai aturan, transparan, akuntabel, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkeadilan,” tegas Aurum.
Sinergi kepemimpinan tersebut dinilai mencerminkan tata kelola pemerintahan modern yang menempatkan kepala daerah sebagai penggerak diplomasi pembangunan untuk membuka akses terhadap sumber daya dan investasi, sementara wakil kepala daerah memastikan seluruh kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Kolaborasi antara Yosef Lede dan Aurum Obe Titu Eki diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai program prioritas di Kabupaten Kupang sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik. Dengan pembagian peran yang saling melengkapi, Pemerintah Kabupaten Kupang optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.(Sys/ST).

