ATAMBUA – Festival Persahabatan Internasional 2026 resmi diawali dengan Friendship Dinner di Aula Betelalenok, Atambua, Kabupaten Belu, Rabu (1/7/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri tokoh lintas agama, pemerintah, aparat keamanan, dan delegasi dari Kanada ini menjadi pembuka rangkaian festival yang berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Lapangan Umum Atambua.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengapresiasi Kabupaten Belu yang kembali sukses menjadi tuan rumah ajang internasional. Menurutnya, perbatasan telah membuktikan diri sebagai daerah yang kreatif dan inovatif.

“Di tengah dunia yang dilanda berbagai konflik, Festival Persahabatan ini menjadi lilin kecil yang membawa pesan damai. Dari Belu, kita ingin mengirimkan pesan persahabatan untuk dunia,” ujarnya.

Ketua Panitia, Vincensius B. Loe, mengatakan festival ini lahir dari kolaborasi tim pelayanan dari Kanada bersama masyarakat perbatasan yang memiliki kerinduan menghadirkan kesembuhan dan persatuan.

Ia menjelaskan, festival mengusung tema “Kesembuhan Ilahi bagi Semua Orang” dan diperkirakan dihadiri 8.000 hingga 10.000 peserta setiap hari, sekaligus melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM lokal.

Ketua MUI Kabupaten Belu sekaligus perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Abdullah Belajam, menyebut festival tersebut menjadi bukti bahwa Belu merupakan simbol toleransi di wilayah perbatasan.

“Belu adalah wajah persaudaraan antarumat beragama. Sinergi pemerintah dan tokoh agama menjadi kekuatan untuk menjaga kedamaian di perbatasan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan PGI, Pendeta Gomar Gultom, mengingatkan pentingnya membangun kembali persahabatan sejati di tengah kehidupan digital yang cenderung melahirkan hubungan transaksional.

“Persahabatan tidak boleh hanya dibangun melalui media sosial. Festival ini menjadi momentum memperkuat relasi antarmanusia dan menjadikan Atambua sebagai Kota Persahabatan,” ujarnya.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, mengatakan pemilihan Belu sebagai lokasi festival memiliki makna tersendiri karena nama “Belu” berarti teman atau sahabat.

READ  Angin Kencang Terjang Polen, Lima Rumah Warga di Desa Laob Rusak

“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah. Semoga festival ini membawa manfaat bagi masyarakat dan semakin memperkuat citra Belu sebagai daerah yang damai,” katanya.

Perwakilan Calgary Life Church, Kanada, Anthony Greco, mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Belu. Menurutnya, tujuan utama kehadiran timnya adalah menyebarkan pesan kasih, persahabatan, dan perdamaian.

“Kami datang membawa semangat persahabatan. Kami percaya kasih mampu menyatukan manusia tanpa memandang latar belakang. Doa kami, Atambua dipenuhi damai dan sukacita,” tuturnya.

Festival Persahabatan Internasional 2026 akan berlangsung hingga 5 Juli mendatang dengan berbagai kegiatan rohani, seminar, pelayanan masyarakat, serta festival kuliner yang melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal. (Sys_ST)

Most Popular