KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meluncurkan Program KUR Masuk Kampus dengan menetapkan Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai kampus pelopor implementasinya di NTT. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

Peluncuran program tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menjadi keynote speaker pada kuliah umum bertajuk “Peningkatan Akses Keuangan Bagi Pelaku Usaha Berbasis Komunitas Kampus sebagai Bentuk Implementasi One School One Product (OSOP)” di Aula Lantai III Rektorat Universitas Nusa Cendana, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT itu dihadiri Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., jajaran pimpinan perbankan di NTT, civitas akademika, mahasiswa dari berbagai fakultas, serta alumni Undana.

Dalam paparannya, Gubernur Melki mengatakan Program KUR Masuk Kampus merupakan upaya memperluas akses pembiayaan bagi mahasiswa sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan sejak di bangku kuliah. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya didorong menghasilkan ide-ide kreatif, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan usaha dengan dukungan pendampingan dan akses pembiayaan.

Meski ekonomi NTT tumbuh positif sebesar 5,32 persen pada Triwulan I Tahun 2026, Melki menilai tantangan terbesar daerah masih terletak pada hilirisasi produk lokal.

“Kita tidak kekurangan potensi. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana potensi lokal tersebut dibiayai, diolah, dikemas, dan dijual dengan nilai tambah. Kita masih kuat di sektor hulu, tetapi lemah di hilir. Karena itu hilirisasi menjadi kunci, mulai dari tanam, panen, olah, kemas hingga jual,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, NTT memiliki sekitar 432 ribu pelaku UMKM yang mayoritas berada pada skala mikro dan kecil. Namun, baru sekitar 7,6 persen yang berhasil mengakses pembiayaan formal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari plafon KUR konvensional sebesar Rp3,17 triliun.

READ  Kejati NTT Temukan Kejanggalan dalam Pembangunan 2.100 Rumah Eks Pejuang Timor-Timur

“Masalahnya bukan hanya modal. Banyak pelaku UMKM yang belum terhubung dengan literasi keuangan, pendampingan usaha, akses perbankan, maupun pasar,” jelasnya.

Melalui Program KUR Masuk Kampus, mahasiswa akan didorong membangun usaha mulai dari pengembangan ide bisnis, inkubasi di kampus, pendampingan, akses pembiayaan KUR, proses produksi, implementasi One School One Product (OSOP), hingga pemasaran melalui NTT Mart dan berbagai jaringan pasar lainnya.

Program tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, menghubungkan mahasiswa dengan dunia perbankan, serta mengubah hasil riset kampus menjadi usaha yang produktif dan bernilai ekonomi.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyatakan dukungan penuh terhadap Program KUR Masuk Kampus. Menurutnya, program tersebut akan mengubah pola pikir mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.

“Kampus tidak lagi menjadi tempat mencetak job seeker, tetapi melahirkan job creator yang mampu membangun usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tegasnya.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Gubernur Melki juga mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap masa depan.

“Setelah lulus, jangan lagi bertanya, ‘Saya akan bekerja di mana?’ Tetapi ubahlah menjadi, ‘Saya akan membangun usaha apa?’ Karena kita ingin melahirkan generasi muda yang mampu menciptakan nilai tambah dari potensi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang,” pesannya.

Kuliah umum tersebut juga menghadirkan Pemimpin Bank NTT Kantor Cabang Utama Kupang Louis K. Gonsalves Atie, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi H. Nange, serta Area Head BRI Kupang Mochamed R. B. Wibowo sebagai narasumber.

Salah seorang mahasiswa Undana, Andre, mengaku mendapat banyak inspirasi dari kegiatan tersebut. Ia menilai Program KUR Masuk Kampus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mulai membangun usaha sejak masih menempuh pendidikan.

READ  Diduga Dituduh Curi HP, Siswa SD di Kupang Trauma dan Enggan Kembali Sekolah

“Selama ini kami berpikir setelah lulus harus mencari pekerjaan. Ternyata kami juga bisa mulai merancang usaha sejak kuliah. Kalau nanti ada pendampingan dan akses KUR untuk mahasiswa, tentu itu akan sangat membantu kami berani memulai usaha,” ujarnya. (Sys_ST).

Most Popular