KUPANG – Momentum peringatan Hari Buku Nasional dimanfaatkan Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mindryanti Asty Laka Lena untuk menyerukan pentingnya membangun budaya literasi sebagai fondasi masa depan generasi muda.

Dalam sambutannya di Aula Aston Kupang Hotel & Convention Center, Senin (25/5/2026), Mindryanti menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kekuatan utama bagi anak-anak dalam menata masa depannya.

“Anak yang mampu membaca dengan baik adalah anak yang memiliki kekuatan untuk menata masa depannya sendiri. Literasi bukan sekadar pelajaran sekolah, melainkan pondasi utama kehidupan,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan literasi di NTT saat ini telah berubah. Jika sebelumnya fokus pada kemampuan membaca dasar, kini tantangan terbesar adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta dan kegemaran membaca di tengah masyarakat.

“Tantangan terbesar bukan lagi sekadar mengajarkan anak mengeja atau memahami huruf, melainkan bagaimana menumbuhkan cinta dan kegemaran membaca itu sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa membangun budaya membaca tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau sekolah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri. Pemerintah dan sekolah tidak mungkin menang sendirian. Membangun budaya baca membutuhkan ekosistem yang utuh. Ini adalah tanggung jawab lintas sektor, tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mindryanti juga mengajak seluruh jajaran di NTT untuk belajar dari keberhasilan Kabupaten Tana Tidung yang dinilai sukses membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Kita punya harapan besar. Bukti nyatanya ada di sana, mari kita tiru dan kita sesuaikan untuk kemajuan NTT,” tambahnya.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para guru, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan relawan literasi yang selama ini aktif mendampingi anak-anak dan keluarga di berbagai pelosok daerah.

READ  PLN Hadirkan Listrik Tenaga Surya untuk Sekolah di Pelosok Alor Lewat Program SuperSUN

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kupang sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Kupang Aurum Obe Titu Eki, para Bunda Literasi se-NTT, Bunda PAUD, Ketua TP PKK Kalimantan Utara, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, hingga insan pers.

Di akhir sambutannya, Bunda Literasi NTT mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama membangun budaya literasi demi kemajuan daerah.

“Mari berjalan beriringan. Jangan ada yang ditinggalkan. Karena literasi yang kuat, adalah kunci NTT yang maju!” pungkasnya.(Sys/ST).

Most Popular