KUPANG – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar menjadi pusat health tourism atau wisata kesehatan di kawasan timur Indonesia.

Hal itu disampaikan saat meninjau RSUP dr. Ben Mboi Kupang pada Kamis (23/4/2026).
Menurut Menkes, penguatan layanan kesehatan berteknologi tinggi di rumah sakit tersebut akan menjadikan NTT sebagai salah satu pusat rujukan layanan medis di wilayah timur Indonesia.

“Health tourism terjadinya bukan di Jakarta, malah di NTT. Kita akan pasang mesin layanan kanker. Layanan ini dulu hanya ada di Jawa. Jika sudah siap, RSUP ini akan melayani pasien dari NTB, NTT, hingga Timor Leste dan Maluku,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Kunjungan kerja Menkes ke RSUP dr. Ben Mboi Kupang didampingi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Kehadiran rombongan disambut Direktur RSUP dr. Ben Mboi Kupang, Robinzon Gunawan Fanggidae, bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Komandan Korem 161/Wira Sakti Hendro Cahyono, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ruth Diana Laiskodat, Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang Stefanus Dhe Soka, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT Selfi H. Nange, serta Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Yusuf Lery Rupidara.

Usai prosesi penyambutan, Menkes langsung meninjau sejumlah fasilitas layanan kesehatan, termasuk Ruang Rawat Inap Lily dan beberapa layanan medis baru di RSUP dr. Ben Mboi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana medis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Menkes juga menekankan pentingnya percepatan transformasi status RSUP dr. Ben Mboi menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

READ  Sekda Kupang Dorong DESTANA Masuk RENSTRA dan RKPD

Menurutnya, status tersebut akan memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan serta meningkatkan kemandirian operasional rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih berkualitas.

Selain itu, RSUP dr. Ben Mboi juga diarahkan untuk menjalankan fungsi pembinaan terhadap rumah sakit daerah di seluruh wilayah NTT sebagai bagian dari penguatan sistem rujukan berjenjang.

Menanggapi dinamika rujukan layanan antara RSUP dr. Ben Mboi Kupang dan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, Menkes menilai kondisi antrean pasien di kedua rumah sakit tersebut sebagai indikasi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

“Saya lihat antrean di kedua rumah sakit ini sama-sama panjang. Artinya kebutuhan masyarakat sangat besar. Persaingan itu bagus untuk meningkatkan kualitas. Fokus utama kita adalah memberikan lebih banyak opsi bagi masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah pusat, lanjut Menkes, berkomitmen memperkuat distribusi alat kesehatan modern ke seluruh provinsi serta kabupaten/kota secara bertahap hingga tahun 2027 sebagai bagian dari pemerataan layanan kesehatan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Menkes juga berdialog dengan seorang pasien asal Timor Leste yang menjalani tindakan penghancuran batu ginjal menggunakan teknologi laser thulium di RSUP dr. Ben Mboi.

Ia menyebut sekitar 15 persen pasien rumah sakit tersebut berasal dari Timor Leste, yang menunjukkan peran strategis RSUP dr. Ben Mboi sebagai pusat layanan kesehatan lintas negara di kawasan perbatasan.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUP dr. Ben Mboi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Timor Leste.

“Kita senang karena Pak Menkes sudah hadir dan melihat langsung. Ini hal yang baik bagi masyarakat NTT karena selain menghadirkan layanan kesehatan bagi kedua negara juga memperkuat persaudaraan kita sebagai satu pulau, dua negara,” ujarnya.

READ  Waspada! Gelombang 4 Meter Ancam Perairan NTT

Rangkaian kunjungan kerja Menteri Kesehatan di RSUP dr. Ben Mboi Kupang ditutup dengan dialog bersama para dokter sebagai bagian dari penguatan koordinasi peningkatan layanan kesehatan rujukan di Provinsi NTT.(Sys/ST)

Most Popular