KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat kolaborasi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) guna memperluas akses informasi bagi masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menerima audiensi jajaran RRI Kupang di ruang kerjanya di Kantor Gubernur NTT, Rabu (6/5/2026).
Audiensi ini dihadiri Kepala RRI Kupang yang baru, Raden Yusridarto, bersama jajaran, di antaranya mantan Kepala RRI Kupang Yuliana Marta Doky, Kepala Bagian Tata Usaha Nixon Tisera, Kepala RRI Ende Robinson, Ketua Tim Siaran Deliyanto Babo, Ketua Tim Pemberitaan Christofel Adoe, serta Reporter Alo Tani.
Pertemuan tersebut menjadi momentum awal silaturahmi Kepala RRI Kupang yang baru sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT.
“Kami siap memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi NTT dalam pelaksanaan program-program, khususnya dalam mencerdaskan masyarakat melalui penyebaran informasi,” ujar Raden Yusridarto.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa peran RRI sebagai media publik sangat strategis dalam menjembatani kesenjangan akses informasi di wilayah NTT yang memiliki kondisi geografis menantang.
“Kita mau pastikan semua masyarakat tetap terhubung, baik yang di kota maupun di desa, termasuk saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan akses jaringan. Informasi harus sampai ke semua,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi kolaborasi antara RRI dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam penyiaran ajang global Piala Dunia FIFA 2026.
Melalui siaran radio dan televisi yang dapat diakses secara gratis (free-to-air), masyarakat tetap bisa mengikuti pertandingan tanpa bergantung pada akses internet berbayar.
Sementara itu, Yuliana Marta Doky berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT dapat terus diberikan, sehingga seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, tidak tertinggal dari berbagai informasi penting maupun momen global.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Ady Mandala, menambahkan bahwa kolaborasi dengan RRI dan TVRI tidak hanya terbatas pada penyiaran, tetapi juga akan diperkuat melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, seperti nonton bareng Piala Dunia 2026, khususnya pada babak semifinal dan final, sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal.
Di sisi lain, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Yusuf Lery Rupidara, menyampaikan bahwa melalui Tim Komunikasi Pemerintah, keterbukaan informasi publik terus didorong melalui berbagai platform, termasuk media sosial dan podcast “Ayo Bangun NTT”.
Dengan sinergi ini, diharapkan penyebaran informasi di NTT semakin merata dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Sys/ST).

