SUMBA BARAT DAYA – Senyum haru terpancar dari wajah Mama Anastasia Djangga Dewa saat lampu di rumahnya akhirnya menyala untuk pertama kalinya. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa listrik, warga Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya itu kini dapat menikmati penerangan berkat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diresmikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, Rabu (1/7/2026).

“Terima kasih banyak, Bapak Gubernur. Rumah saya sekarang sudah tidak gelap lagi,” ucap Mama Anastasia dengan mata berkaca-kaca.

Bantuan tersebut berawal dari pengaduan keluarga Mama Anastasia melalui Platform MeJa Rakyat (Melki-Johni Melayani Masyarakat) pada Desember 2025. Setelah dilakukan verifikasi dan survei lapangan, keluarga tersebut dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

“Puji Tuhan, responsnya sangat cepat. Sekarang anak-anak sudah bisa belajar pada malam hari dan kebutuhan sehari-hari jauh lebih terbantu,” kata Paulus Bili, anggota keluarga Mama Anastasia.

Gubernur Melki mengatakan, pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat, terutama keluarga kurang mampu, mendapatkan akses terhadap layanan dasar, termasuk listrik.

“Kita ingin semakin banyak keluarga di NTT menikmati listrik karena listrik bukan lagi kebutuhan sekunder, tetapi kebutuhan dasar yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Program bantuan pemasangan listrik gratis ini dibiayai melalui APBD Provinsi NTT dengan nilai sekitar Rp1,7 juta untuk setiap sambungan. Pada Tahun Anggaran 2025, sebanyak 140 kepala keluarga di Kabupaten Sumba Barat Daya menerima bantuan pemasangan listrik 450 VA.

Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alpawan Rangga Kaka, mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi NTT yang tetap menghadirkan pelayanan bagi masyarakat meski di tengah keterbatasan anggaran.

Program BPBL merupakan hasil sinergi Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi NTT, dan PLN untuk menyediakan sambungan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain sambungan listrik, setiap penerima manfaat juga memperoleh instalasi rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan, serta token listrik perdana secara gratis.

READ  Gubernur NTT Dorong Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting di Sumba Tengah

Bagi Mama Anastasia, cahaya lampu yang kini menerangi rumahnya bukan sekadar penerangan, tetapi simbol hadirnya negara yang mendengar dan menjawab kebutuhan masyarakat. (Sys/ST).

Most Popular