KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai SMA Negeri 5 Kupang telah menerapkan pola pendidikan yang menyerupai sistem pendidikan berasrama melalui pendampingan intensif terhadap peserta didik. Model tersebut dinilai mampu membentuk generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Perayaan Syukur Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 5 Kupang yang dirangkaikan dengan Reuni Akbar, Pentas Seni, Pameran Produk Siswa, serta peluncuran program One School One Product (OSOP), Senin (15/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pembinaan yang diterapkan di SMA Negeri 5 Kupang, khususnya melalui program Guru Asuh yang melibatkan para guru sebagai pendamping bagi siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Jujur, saya melihat sistem pendidikan di SMA Negeri 5 Kupang ini sudah menyerupai pendidikan di asrama. Pola pendampingannya terasa kuat, kedisiplinan dan kebersamaannya juga sangat terasa. Ini modal besar untuk membangun generasi yang berkualitas,” ujar Gubernur.

Menurut Melki Laka Lena, pendidikan berkualitas harus dibangun di atas tiga pilar utama, yakni keunggulan akademik, pembentukan karakter, dan penguatan kewirausahaan. Ia menilai SMA Negeri 5 Kupang telah berhasil mengintegrasikan ketiga aspek tersebut dalam proses pembelajaran.

“Kita ingin pendidikan di NTT berkualitas dalam tiga aspek utama, yaitu akademis, karakter, dan kewirausahaan. Saya melihat SMA Negeri 5 Kupang telah menunjukkan praktik pendidikan yang seimbang dalam ketiga aspek tersebut. Akademisnya bagus, karakternya kuat, dan kewirausahaannya berjalan nyata,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga memberikan apresiasi atas peluncuran produk unggulan sekolah berupa keripik pisang melalui program One School One Product (OSOP). Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa sekolah mampu menanamkan semangat kewirausahaan kepada peserta didik sejak dini.

READ  Fakta Baru Kasus YB, CCTV Disebut Tak Berfungsi Sebelum Kejadian

“Peluncuran OSOP hari ini menjadi bukti bahwa pendidikan mampu melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan siap menghadapi masa depan. Anak-anak tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga mental kewirausahaan,” ungkapnya.

Ia berharap berbagai inovasi yang diterapkan SMA Negeri 5 Kupang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTT, terutama dalam membangun sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 5 Kupang, Veronika Wawo, mengatakan bahwa keberhasilan sekolah selama 35 tahun terakhir merupakan hasil kerja sama seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, siswa, alumni, hingga orang tua.

Menurutnya, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya membentuk karakter peserta didik yang tangguh, disiplin, dan berintegritas.

Selain meluncurkan produk keripik pisang sebagai implementasi program OSOP, SMA Negeri 5 Kupang juga terus memperkuat pendidikan karakter melalui program Guru Asuh, Gerakan Jam Belajar Masyarakat, serta kebijakan penyimpanan telepon genggam selama proses pembelajaran untuk meningkatkan fokus belajar siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, turut mengapresiasi berbagai capaian sekolah dan mengajak seluruh warga sekolah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar pada September 2026.

Perayaan Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 5 Kupang dihadiri anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, unsur Forkopimda, para kepala sekolah SMP dan SMA/SMK negeri se-Kota Kupang, alumni lintas angkatan, orang tua siswa, guru, tenaga kependidikan, serta ratusan peserta didik.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 5 hingga 15 Juni 2026 tersebut ditutup dengan peluncuran produk keripik pisang sebagai implementasi OSOP oleh Gubernur NTT, yang kemudian meninjau dan membeli berbagai produk hasil karya siswa yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.(Sys/ST).

READ  Gangguan PLTU Timor Teratasi, Listrik Pulau Timor Kembali Normal

Most Popular