ALOR – Johni Asadoma melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mutiara yang berlokasi di Watamelang, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Selasa (14/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wagub NTT didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Obeth Bolang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfonsus Theodorus, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Kepala Dapur/Mitra Adibu Masaae dan Kepala SPPG Mutiara Adriyanto Malailak bersama jajaran pengelola.
Diketahui, SPPG Mutiara saat ini didukung oleh 47 karyawan dan melayani sebanyak 3.444 penerima manfaat. Mereka terdiri dari pelajar berbagai jenjang pendidikan serta masyarakat yang terlayani melalui Posyandu, dengan rincian 1.211 siswa SMA, 1.312 siswa SMP, 683 siswa SD, 129 anak TK, serta 109 penerima manfaat dari Posyandu.
Dalam peninjauan tersebut, Johni Asadoma melihat langsung proses pengolahan makanan di dapur, mulai dari tahap pengolahan hingga pemorsian makanan bagi para penerima manfaat.
Ia juga mencermati bahwa sebagian bahan pangan, seperti telur, masih didatangkan dari Kupang, sementara sayur-sayuran telah memanfaatkan produksi lokal meskipun ketersediaannya masih terbatas.
Wakil Gubernur menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pemasok bahan pangan agar kebutuhan dapur dapat dipenuhi dari sumber daya yang ada di daerah.
“Harus berdayakan masyarakat sekitar. Bahan baku seperti telur seharusnya tidak perlu didatangkan dari luar Alor,” tegas Johni Asadoma.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Alor untuk mengembangkan potensi masyarakat melalui berbagai usaha produktif, salah satunya dengan mengembangkan peternakan ayam petelur agar kebutuhan telur dapat dipenuhi secara mandiri.
Selain itu, Wagub NTT mengingatkan agar pengelolaan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memperhatikan standar gizi serta menjaga higienitas selama proses pengolahan dan pemorsian makanan.
“Kebersihan peralatan dan makanan harus diperhatikan agar tetap higienis,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi bagi pelajar dan masyarakat di Kabupaten Alor dapat berjalan optimal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui pemanfaatan potensi pangan daerah.(Sys/ST).

