SOE, TTS – Seorang kepala desa yang bertugas di Desa Nununamat, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menjadi sasaran amukan warga setelah diduga berselingkuh dengan istri orang lain. Akibat kejadian tersebut, oknum kepala desa itu mengalami luka serius setelah dianiaya warga pada Jumat malam (17/4/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika sejumlah warga memperoleh kabar mengenai dugaan hubungan terlarang antara oknum kepala desa dengan seorang perempuan yang merupakan istri warga setempat. Warga kemudian melakukan pengecekan hingga akhirnya mendapati keduanya diduga sedang bersama.
Temuan tersebut memicu kemarahan warga yang menilai tindakan tersebut sangat memalukan, terlebih dilakukan oleh seorang pemimpin desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
Sejumlah warga yang emosi kemudian meluapkan kemarahan dengan memukuli oknum kepala desa tersebut. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan kondisinya sempat memprihatinkan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.00 WITA.
“Tadi malam sekitar jam 11 malam. Kepala desa itu ketahuan selingkuh dengan istri orang. Warga marah besar lalu dia dipukuli sampai babak belur. Sekarang sudah diamankan di Polsek Kolbano,” ujarnya kepada awak media.
Menurut warga tersebut, tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum kepala desa itu dinilai mencoreng nama baik pemerintah desa serta melukai kepercayaan masyarakat.
“Dia itu pemimpin kami. Seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan melakukan perbuatan yang tidak pantas,” tambahnya.
Aparat dari Polsek Kolbano segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi agar tidak semakin memanas. Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kolbano.
Kapolsek Kolbano, Ketut Susiana saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Perkembangan kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan belum ada kejelasan secara pasti. Kami masih menelusuri kronologi kejadian secara mendetail,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini korban masih mendapatkan penanganan medis sehingga pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan secara lengkap.
“Kondisinya masih dalam perawatan di puskesmas. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum melakukan pendalaman lebih lanjut,” tambah Kapolsek.
Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kasus tersebut secara menyeluruh, baik terkait dugaan perselingkuhan maupun tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh massa.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta sebenarnya serta memproses semua pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(Sys/ST).

